Beternak Ayam Kampung Super

PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG SUPER 

Perkandangan Berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kandang 
untuk pemeliharaan ayam kampong super antara lain sebagai berikut:

  1. Kandang sebaiknya terpisah dari rumah, idealnya kandang terletak pada tempat tersendiri terpisah dari pemukiman penduduk. 
  2. Lokasi kandang dipertimbangkan untuk kemudahan proses mobilisasi tenaga kerja, kedatangan DOC & mobil panen, kedatangan pakan, dll. 
  3. Kandang sebaiknya jauh dari lalulintas orang, jauh dari aktivitas bermain anak-anak, agar ternak tidak bising / stress dan nyaman berada dalam kandang.
  4. Kandang dibuat agar ternak nyaman dalam kandang, cukup terang dari sinar matahari (tidak gelap / pengap: bisa dengan penambahan genting kaca), cukup ventilasi untuk aliran udara (dinding tidak tertutup rapat), mudah untuk sanitasi / membersihkan kandang. 
  5. Dinding kandang dibuat agar hewan pemangsa ayam tidak bisa masuk (anjing, kucing, garangan, dll)
  6. Lantai kandang sebaiknya dibuat sedikit lebih rendah pada bagian pinggir agar mudah saat sanitasi total pada akhir siklus usaha.
  7. Permukaan lantai kandang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya agar lantai tidak lembab saat musim hujan, kondisi lingkungan yang lembab merupakan keadaan yang ideal untuk penyakit berkembang biak.
  8. Lingkungan kandang harus bersih (minimal jarak 2-3 meter) agar terhindar dari lalat, tikus dan binatang merugikan yang lain.

Persiapan Kandang Sebelum DOC datang, kandang harus dalam keadaan
siap (sebaiknya: minus 6 jam).Berbagai hal untuk persiapan keadatangan
DOC / chick in: 
  1. Semua bahan untuk pemeliharaan sudah siap (sekam, kotak indukan, tempat pakan, tempat minum, lampu penerang,probiotik gb#1 “propunic dll).
  2. Lantai kandang dikapur merata, kemudian di semprot dengan disenfectan / obat pembunuh hama pada seluruh bagian dalam kandang (lantai, dinding, atap) dan luar kandang (dinding). 
  3. Sebaiknya anak-anak & orang lain tidak boleh masuk kandang setelah di sanitasi sampai panen. Setiap orang berpotensi membawa jutaan bibit penyakit yang tidak kelihatan.. 
  4. Pemelihara ternak sebaiknya tidak berhubungan / memelihara unggas lain (bebek, menthok, ayam lain) yang tidak terkontrol perlakuan kesehatannya. Karena setiap jenis unggas berpotensi menularkan penyakit pada unggas lainnya. 
  5. Siapkan kotak indukan (triplek penutup, lampu, alas sekam, koran pelapis rangkap 2-3, kerikil untuk ditaruh tempat minum pada H 1, tempat minum&pakan, antibiotic & vitamin, vaksin ND B1). 6. Indukan di set (lampu nyala) minimal 2 jam sebelum DOC datang, agar saat dipakai suhu dalam indukan sudah hangat, tutup dengan rapat (triplek + gabus / terpal / karung). Pemeliharaan Umur 1-21 hari Hal-hal yang perlu diperhatikan saat DOC tiba – hari ke 21: 
  • Dalam kotak indukan air minum diberi obat antibiotic+vitamin + gb#1 “profeed “sampai umur 5 hari. Pakan siapkan di feeder chick dan lantai koran. 
  • Hitung jumlah DOC. Kemudian lakukan vaksinasi tetes ND B1 (mata / hidung / mulut) 
  • Satu tetes saja & benar-benar masuk. 
  • Vaksinasi paling lama hanya 2 jam. 
  • Setelah selesai vaksin, tutup indukan dengan rapat (triplek+ karung). 
  • Jauhkan anak-anak, Jangan membuat gaduh di lingkungan kandang, bila perlu on kan radio.
   6. Air minum setiap hari diganti walau masih ada, pakan ditambah sebelum habis / jangan sampai   kebanyakan.
    7. Pada hari 1 tempat minum diberi kerikil agar DOC tidak renang & mati, pada hari ke 2 kerikil bisa diambil.
     8. Sampai hari ke 7 tutup harus rapat. Hari ke 8-21 lihat kondisi ayam, bila kepanasan bisa di buka sedikit penutupnya.
     9. Pada hari ke 7: vaksinasi ND Lasota lewat air minum. Puasakan 1-2 jam sebelum vaksin agar pada saat vaksinasi bias habis terkonsumsi. Kemudian beri air minum + vitamin.
     10. Pada hari 10 - 14 lakukan vaksinasi gumboro B lewat air minum. Perlakuan sama dengan poin 9.
    11. Setelah umur 15 - 21 hari (tergantung kondisi cuaca) ayam bisa dilepas dari kotak indukan Pembesaran / Penggemukan Ayam Kampung Umur 21 hari sampai Panen. 

Setelah lepas dari indukan, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam kampong adalah sebagai berikut: 
  1. Lampu penerang harus cukup menerangi kandang sehingga ayam bias dengan mudah melakukan aktivitas makan / minum. 
  2. Air minum dan pakan harus tersedia setiap saat. Air minum tidak boleh kosong. 
  3. Metode pemberian pakan harus dipertimbangkan agar pakan tidak tumpah / tercecer. 
  4. Pemberian pakan + minum harus teratur setiap harinya. 
  5. Pemberian empon-empon / obat tradisional dan gb#1 “profeed” boleh dilakukan setiap hari lewat air minum. 
  6. Tempat pakan (hanging feeder) 1 buah untuk 50 – 100 ekor. Tempat minum diberikan secukupnya agar tidak samapi kehabisan dalam sekali periode pemberian minum. 
  7. Lakukan sanitasi (semprot disenfectan) dalam kandang, alas sekam, dinding, setiap 1-2 minggu sekali. 
  8. Lakukan pengamatan kondisi ayam setiap hari, tanda-tanda ayam sakit: nyekukruk, tidak bregas, ngorok (malem hari sangat jelas), pilek/meler, kepala bengkak, mata menutup ke atas / ke bawah, kanibal / luka (segera pisahkan), konsumsi pakan / minum menurun dibanding hari biasanya, kematian, dll. 
  9. Bila ada tanda-tanda ayam sakit segera koordinasi / jangan ditunda-tunda dengan alasan apapun untuk perlakuan selanjutnya agar kondisi tidak lebih parah dan menular ke ayam lain / kandang lain. 
Panen Bisa ayam sudah berumur kurang lebih 50 hari bias dilakukan pemanenan. Panen dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagi berikut; 
  1. Kondisi ayam, kondisi pasar (harga), kondisi keuangan kelompok 
  2. Penentuan waktu panen di tentukan oleh kelompok. 
  3. Transaksi panen dikoordinasikan kelompok. 
  4. Uang panen diterima oleh Bendahara kelompok, kemudian pembagian hasil diberikan oleh Ketua setelah dikurangi biaya produksi. 
  5. Tidak boleh panen sendiri / pribadi atau panen eceran di luar koordinasi Ketua Kelompok.
  6. Sebagian panen yang untuk social masyarakat sekitar dikoordinasi oleh ketua kelompok. 
Recording / Pencatatan Dalam proses pemeliharaan ayam dari tahap awal sampai panen, beberapa hal harus dilakukan pencatatan, antara lain yaitu: 
  1. Catatan biaya (pakan, vitamin, obat) 
  2. Catatan jumlah ayam, pemberian obat, vaksin, vitamin, saniatsi, kematian. 
  3. Catatan hasil panen (jumlah ayam, berat total, tidak layak jual, dll). 
  4. Buku + Form Catatan untuk Anggota akan dibagikan oleh Ketua Kelompok.
Teknologi Sederhana Inseminasi Buatan Pada Ayam Teknologi IB merupakan teknologi yang sederhana karena dapat dikerjakan oleh peternak, alat dan bahan mudah diperoleh, tidak memerlukan laboratorium special, sehingga dapat memacu program rekayasa genetika. Syarat Indukkan yang baik; 
  • Resepien Pilihlah indukan yang sehat,dalam masa produksi, 
  • Donor Penampilan tubuh Ideal Umur pejantan 10-20 bulan Libido seksual tinggi Penampungan Semen 
  • Penampungan semen dapat dilakukan dengan cara pengurutan pada bagian punggung jantan, 
  • Telapak tangan inseminator memegang bagian punggung pejantan dimuli dari pangkal leher terus kepunggung hingga ke pangkal ekor . 
  • Pada saat mengurut telapak tangan Iseminator membentu 45 dari tulang belakang pejantan. 
  • Pengurutan diulangi beberapa kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal ( ditandai dengan merenggangnya bulu ekor keatas dan mencuatnya penis keluat kepermukaan kloaka. 
  • Setelah penis mengeluarkan cairan bening , cairan ini harus selalu dihindarkanagar tidak tertampung bersama semen. ( bila tercampur akan terjadi koagulasi/penggumpalan sperma) dan untuk mencegahnya siapkan selalu kertas tisu yang telah dibasahi NaCl 0.9% untuk membersihkan kloaka dari kotoranya, darah, cairan bening, atau semen yang keluar 
  • Secara individual semen ditampung dalam gelas penampung dengan panjang 2-3 cm dan diameter 1-2 cm , setiap 15-20 menit pengurutan dapat diulang hingga 2-3 kali penampungan semen. 
  • Frekuensi penampungan semen dilakukan teratur 3-4 hari/ minggu dengan interval 1-2 kali setiap 15-20 menit. Penanganan Semen 
  • Perikasalah dengan mata kebersihan semen ada kontaminasi oleh bahan-bahan lain atau tidak 
  • Periksalah kosentrasi sperma, daya hidup sperma hidup (%) daya hidup sperma Progresif (%) Pengenceran Semen 
  • 20-150 juta spermatozoa motif progresif diencerkan dengan 0.1 ml semen encer. Contoh data IB Volume Semen 2.5 ml, kosentrasi sperma 2700 juta sperma/ ml semen kental., sperma motif progresif 85 % dengan demikian produksi sperma .Dengan demikian , produksi sperma motif progresif adalah 2,5 X 2,700 X 0.85 = 5.737,5 juta. Dari data diatas kita dapat menentukan; Berapa jumlah pengencer semen apabila menggunakan dosis IB 50 juta sperma motif progresif / 0,1 ml dengan pengencer NaCl 0,9%.Berapa jumlah betina resipen IB? Dapar disimpulkamn; Kosentrasi IB = 10 x 50 juta = 500 juta sperma motif progresif / ml semen encer ( 50 juta sperma / 0,1 ml semen encer ) maka Besar pengencer semen 2.295 ; 500 = 4,6 kali Jumlah semen encer 2,5 x 4,6 =11,5 ml yang terdiri dari 2,5 ml semen kental dan 9 ml NaCl 0,9% Jumlah resipen betina yaitu = Alternatif I = 11.5 : 0,1 = 115 ekor atau alternative II = 5.737,5:50=114,75 ( 115 ekor ) Penyimpanan Semen Semen dapat disimpan dalam penyimpanan ivintro dalam kondisi aerob dengan beberapa alternative = 1) dalam suhu 25-27C (suhu air sumur , air ledeng), 2) dalam suhu 5 C ( freezer ) , 3) dalam suhu 5-10 C ( air + es batu ) Peralatan IB Peralatan yang digunakan dalam Iseminasi Buatan ini antara lain; a. Gun IB 1 ml ( untuk memasukkan semen) b. Syiringe spuit 2-3 ml ( untuk mengencerkan semen) c. Termos sederhana , d. Tube ( Tabung ) plasma darah 2 ml untuk menampung semen e. Pengencer semen ( cairan infuse, kuning telur ) f. Tisu gulung g. Obyek gelas berlengkung tengah h. Haemisitometer i. Cairan pewarna eosin Metode Iseminasi Buatan Metode deposisi semen intravagina Pada metode ini, semen diposisikan pada bagian vagina .dengan cara memasukkan batang gun sedalam 3cm pada daeran vagina tempat deposisi semen. Cara memunculkan bagian dorsal 
  • Jari telunjuk kanan menempel pada bibir vagina atau kloaka 
  • Tiga jari kanan (jari tengah , jari manis, dan jari kelingking ) pada posisi antara kloaka dan tulang dada pada bagian dorsal. 
  • Secara bersama-sama, tiga jari tersebut menekan perut kearah sedemikian rupa sehingga pangkal atau bagian dorsal vagina ayam betina muncul kepermukaan atau kloakla ( lubang saluran reproduksi dan lubang saluran pencernaan ) bersama-sama muncul keluar 
  • Semen dalam gun (syiringe spuit) deposisikan pada daerah vagina betina ayam sedalam 3 cm Metode deposisi semen intrauterine • Kateter sepanjang 7-8 cm dirangkai dengan ujung gun . Setelah itu, kateter dimasukkan kedalam uterus ayam betina .Kateter tersebut terbuat dari selang infus manusia ( bahan karetnya lemas dan dan tidak kaku dipotong sepanjang 7-8 cm 
  • Permukaan vagina dimunculkan 
  • Gun yang berisi semen dimasukkan sepanjang kateter atau selang karet sedalam 7-8 cm ke dalam uterine kemudian semen diposisikan Cara lain pelaksanaan Iseminasi Buatan Persiapan 
  • Persiapkanlah alat dan bahan antara lain; alat suntik, selang, tabung penampung sperma, tabung pengencer, NaCl fisiologis 0,9 % ( pengencer sperma) kain lap 
  • Siapkan indukkan dan pejantan Pengambilan sperma; 
  • Dilakukan sore hari diatas jam 15:00 
  • Pengambilan sperma dilakukan 2 orang , satu orang memegang ayam, satu orang yang lainya mengambil sperma • Bersihkan kotoran yang menempel dianus dan sekitarnya 
  • Rangsanglah pejantan dengan cara mengelus-elus bagian punggung dibawah leher kearah ekor dan daribawah anus kearah ekor lakukan 5-10 kali 
  • Tekan pangkal ekor dengan posisi tangan diatas sampai keluar sperma, kemudian tamping sperma kedalam tabung . dapat dilakukan 3-5 kali dalam satu minggu. 
  • Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9% dengan perbandingan 1:6 sampai 1;10 dengan cara; sedot NaCl fisiologis dengan spuit sesuai derajat pengencerannya, masukkan kedalam tabung tersebut digoyangkan secara perlahan hingga tercampur , kemudian sisa NaCl dimasukkan lagi kedalam tabung tersebut digoyangkan hingga tercampur , 
  • Masukkan / sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit / alat suntik . setelah masuk siap diiseminasikan Pelaksanaan IB 
  • Siapkan Induk yang akan diiseminasi 
  • Bersihkan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya 
  • Pelaksanaan IB dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang melaksanakan IB 
  • Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi ( yang sebelah kiri ) 
  • Masukkan / suntikkan sperma yang udah diencerkan dengan spuit ( seudah dipasang selang ) secara perlahan kedalam saluran telur sedalam kurang lebih 2 cm . Pada waktu akan dilakukan penyuntikan , penekanan bagian bawah tubuh dilepaskan, bersamam dengan itu penyuntikan dilakukan . tiap indukkan dibutuhkan sperma 1-2 ml 
  • Untuk mendapatkan hasil yang baik , sebaiknya IB diulang 3 hari setelah IB yang sebelumnya. Iseminasi buatan perlu dipelajari dan dikembangkan untuk memperoleh bibit yang berkualitas sesuai dengan keinginan kita.

Selamat Mencoba